PEMBUAHAN PADA BURUNG KENARI

Posted on Updated on

kondisi-telur-yang-baik-sewaktu-diteropong

Tidak sedikit teman2 yang menanyakan kapan waktu yang tepat untuk memisahkan jantan dari betinanya, ada yang saat betina sudah bertelur lengkap dan mengeram baru di pisah jantannya, ada yang baru bertelur 1 butir sudah dipisah jantannya, ada yang tetap dicampur jantannya sampai telur2 tersebut menetas. Tidak ada yang salah dalam ketiga metode tersebut, hanya factor kebiasaan dan tujuan produktifitas saja yang membedakannya menurut saya.

Bila kita punya 1 jantan dan beberapa betina, sebaiknya saat betina pertama sudah bertelur 1 butir, jantan tersebut bisa segera dikondisikan untuk dijodohkan dengan betina kedua dan seterusnya. Bisa juga perkawinan 1 jantan di temukan dengan 2-3 betina sekaligus dalam 1 hari dengan waktu istirahat pejantan 3-4 jam agar kualitas spermanya tetap bagus. Pertanyaannya, apakah semua telur yang dihasilkan bisa isi / fertile…?

Saya coba rangkum dari beberapa sumber terkait proses pembuahan pada unggas, dan hasil dari pengalaman saya menjodohkan kenari dengan beberapa metode tersebut. Kesimpulannya, sangat mengejutkan, dan semoga bisa bermanfaat bagi para penghobi kenari :

  1. Perkawinan yang baik terjadi mulai 1-4 hari setelah betina rapih membulatkan sarangnya.
  2. Cukup 1-2 kali perkawinan sehari dengan syarat kualitas spermanya bagus.
  3. Sperma yang masuk ke tubuh betina bisa bertahan 7 – 14 hari ditubuh betina.
  4. Pembuahan terjadi rata2 H-1 sebelum telur dikeluarkan oleh betina, rata2 pembuahannya di pagi hari kisaran jam 6-10 pagi (tergantung siklus metabolism betinanya).
  5. Berikut detail siklus pembuahan nya ;

Di dalam tubuh kenari betina (unggas pada umumnya), terdapat organ perkembangbiakan yang berupa saluran panjang yang dimulai dengan Infundibulum (1), Magnum (2), Isthmus (3), Uterus (4) (shellgland), dan rongga rahim yang ada telurnya Cloaca (5).
Capture
Sel telur berupa folikel (bakal kuning telur) “dilepasakan” oleh ovarium (organ “penghasil” telur) dan “ditangkap” oleh Infundibulum (1). Di dalam Infundibulum ini lah juga terjadi “pembuahan” oleh sel sperma pejantan. Selanjutnya “bakal telur” tadi menuju saluran Magnum (2). Di tempat ini folikel akan “dibungkus” oleh albumen atau “putih telur”. Selanjutnya terus berjalan hingga ke Insthmus (3) dan akan mendapat “perlingdungan” dari komponen Calsium pada Uterus (4). Disini sebutir telur telah “tercipta”. Selanjutnya telur akan dikeluarkan dari tubuh betina / Vent/ Cloaca(5), selanjutnya jika di “erami” selama 14 hari, akan menetas menjadi anak burung kenari.

Sebagai gambaran, setelah telur yang pertama dikeluarkan, 30 – 75 menit kemudian, sel telur dilepaskan dan langsung menuju ke corong / Infundibulum (1). Disinilah proses pembuahan terjadi dan hanya punya waktu kisaran 15-20 menit. Sperma yang ada di Vent betina akan di pompa naik ke area ini untuk segera melakukan pembuahan. Setelah 20 menit di area ini, sel telur tersebut akan di alirkan ke bagian Magnum (2), dimana putih telur yang merupakan protein tinggi ditambahkan sebagai penopang hidup embrio. Di area ini, sel telur akan dibungkus putih telur kurang lebih 2,5-3 jam lamanya. Mau dibuahi ataupun tidak, sel telur ini tetap akan diproses ke tahap selanjutnya, dan bila tidak terbuahi diwaktu yang ditentukan, itulah penyebab telur kosong / infertile.

Proses berikutnya adalah membuat lapisan sel yang mana terjadi di area Insthmus (3 ), waktu yang diperlukan tuk membuat lapisan sel terluar ini kisaran 1-1.5 jam. Kemudian telur tersebut dikirim ke fase akhir di Uterus (4). Di area ini, sel telur yang sudah lengkap akan dilapisi oleh cangkang telur yang mana merupakan lapisan pelindung dari Calsium. Disinilah proses terlama dalam pembentukan telur yaitu kurang lebih 18-20 Jam. Setelah lengkap semua prosesnya, barulah telur tersebut dikeluarkan melalui Vent (5), dimana cangkang telur masih lembut dan kemudian akan mengeras secara perlahan sehingga cukup kuat menjaga sel telur dari goncangan. Itulah sebabnya, dalam sehari betina hanya menghasilkan 1 butir telur, karena memang untuk menghasilkan 1 butir telur dibutuhkan waktu 20-24 jam.

ReproduksiBetina

Sekedar berbagi , eksperimen saya, hari senin jantan saya kawinkan dengan 1 betina, terjadi perkawinan 3-5 kali dalam sehari tersebut, kemudian hari2 berikutnya sudah tidak saya kawinkan lagi. Alhasil, di hari kamis, betina tersebut bertelur 1 butir, dan keesokannya lagi dijum’at bertelur lagi 1 butir dan seterusnya sampai menghasilkan 5 butir telur. Setelah dierami selama 14 hari, Alhamdulillah ke 5 butir telur tersebut isi dan menetas dengan baik. Itulah kenapa saya berani berargument bahwa sperma yang baik bisa bertahan 7-14 hari di tubuh betina, dan pembuahan bisa tetap terjadi setiap harinya. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat bagi kita semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s