EGG BINDING

Posted on Updated on

Tanggal 3 Januari 2011 tepat pukul 11:00, entah kenapa ingin sekali menengok betina-betina yang sedang mengeram. Terkejut, melihat salah satu betina terbaikku (F1 Gloster) yang tidak mengerami telurnya dan sedang berbaring lemah di dasar kandangnya. Sebelumnya tidak pernah begini, dan otak ini mulai bekerja melakukan analisa terkait kejanggalan ini. Setelah diperiksa secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, kesimpulan nya adalah Egg Binding. Egg Binding adalah tertahannya telur di pintu keluar Vent (Telur Sungsang) yang bisa berakibat kematian. Ternyata, telur yang tertahan ini adalah telur ke 5, dimana saat terakhir di cek, betina ini sedang mengerami ke 4 telurnya. Penanganan yang tepat harus segera dilakukan atau betina ini tidak akan bisa melalui malam yang dingin ini.

Hal pertama yang saya dilakukan adalah menyiapkan ramuan dari campuran Madu, Habbatussauda dan air yang kemudian diteteskan ke mulutnya. Namun biasanya, ramuan ini baru bekerja 3 – 4 jam setelah diberikan, sedangkan kondisi yang ada saat ini mengharuskan saya melakukan hal ekstrim dengan membantu mengeluarkan telur tersebut. Setelah diberikan ramuan tersebut, saya tunggu selama 1 jam, dan benar, ramuan ini tidak cukup membantu, sedangkan betina ini sudah mulai membuka mulutnya berulang-ulang (megap-megap). Fiuuvvhh… saya pernah baca dan dengar metode pengolesan minyak tawon di sekitar ventnya sambil sekali –sekali melakukan pemijatan halus dan berusaha menempatkan telur ke posisi terbaiknya, dan saya coba untuk melakukannya.

Alhasil… tidak ada perkembangan yang berarti, malah sepertinya membuat betina tersebut merasa tidak nyaman dan gelisah seperti merasakan sakit yang sangat. Jantung ini mulai berdebar, berbatang-batang rokok sudah habis kuhisap sambil mengamati perkembangan betina tersebut, dan sampai akhirnya, kuputuskan melakukan hal ekstrim lainnya yang pernah kudengar / baca dari beberapa curhatan para senior.

Kusiapkan sebuah cotton bud (korek kuping) yang berukuran kecil, ku olesi dengan minyak gorek sebanyak-banyaknya. Di tangan kiriku tergenggam betina yang sepertinya sudah pasrah menerima kenyataan ini, sedang ditangan kanan ku tergenggam cotton bud tersebut. Perlahan demi perlahan, kumasukkan ujung cotton bud yang sudah diolesi minyak tersebut ke dalam Vent nya. Kupastikan bahwa lubang keluar telurnya akan berkontraksi dan berharap membesar dengan sendirinya (semoga). Semakin dalam ujung cotton bud tersebut masuk, semakin terasa bentuk ujung dari telur yang tertahan tersebut. Kumulai mengitari ujung telur tersebut dan merasakannya melalui ujung cotton bud itu. Tujuannya adalah agar minyak goreng yang masuk kedalam vent itu akan memberikan efek pelumasan dan mempermudah proses pengeluaran telur secara normal. Perlu di perhatikan, Telur yang belum keluar sangatlah lunak, sehingga kita harus pastikan bahwa telur tersebut jangan sampai pecah didalam perutnya, dan ini hal yang tersulitnya. Singkat kata, kukembalikan betina tersebut ke kandangnya, dan menyerahkan semuanya pada takdir sang Illahi.

Tak berselang 1 menit kemudian, kuperhatikan betina tersebut seperti mendapat tenaga ekstra (mungkin pengaruh madu yg kuberikan), dan mulai melakukan tekanan untuk mengeluarkan telur terakhirnya dan segera menyudahi malam panjang ini. Dan akhirnya, hanya dua kali dia melakukan penekanan, telur ke 5 tersebut jatuh dari atas tempat dia bertengger dan tidak pecah sama sekali saat berbenturan dengan lantai kandang. Wuiihh… senang rasanya melihat kejadian itu tepat didepan mataku, seperti saat-saat jantung ini berdebar melihat Putra kedua terlahir ke dunia ini dari Rahim istri tercinta.
Tak lama berselang, betina tersebut langsung memulihkan diri sambil menyantap hidangan lezat yang memang sudah kupersiapkan.. yaitu telur puyuh oles vitamin.. hehehe. Sekitar 30 menit kemudian, betina ku mulai bangkit dari keterpurukannya dan ber cuiit ria seperti mengucapkan ucapan terima kasih atas tindakanku. Dan alangkah senangnya, ketika kulihat pagi ini, dia sedang berbaring mengerami ke empat telurnya, dan telur yang ke 5 kupisahkan karena kuanggap tidak sempurna. Tugas berikutnya adalah mencari tahu, mengapa hal ini bisa terjadi..? apa penyebabnya..? pola rawatan apa yang berubah dan salah..? mengingat sebelum-sebelumnya tidak pernah dia seperti ini. Hmmm…. Semoga segera kutemukan dan bisa ku ceritakan di kesempatan lain terkait pengalaman lainnya bersama kenari-kenari ku.

2 thoughts on “EGG BINDING

    Angga Rastafara said:
    Januari 4, 2012 pukul 5:44 pm

    aku jg pernah mengalami hal yg sama Om..tp trjadi pd Love Bird.tp tak terslamatkan(ditinggal ngungsi)kenari yg lg ngeram jg pada sakit pernafasan (maklum kena debu vulkanik G.Merapi)yg dibawa ngungsi dibantai kucing Hadeww…..!sempat putus asa tp skrng mulai cb lg dr yg kecil2 aj.(blom ada modal)

      d52 BF responded:
      Januari 5, 2012 pukul 1:19 am

      Iya om.. Ayo mulai lagi.. jangan putus asa.. Tekun dan sabar kunciannya om…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s