DILEMA PESAKITAN

Posted on Updated on

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Membingungkan,,… mungkin itu yang terlintas saat membaca judul tulisan ini, karena memang saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi terhadap beberapa indukan kami. Berawal dari 1 betina yang tiba-tiba saja mengangkat satu kaki kirinya di pagi hari, bukan tidur, melainkan seperti pertanda bahwa dia butuh pertolongan. Bergegas segera kutangkap betina putih tersebut tanpa banyak perlawanan darinya.
Alhasil… tidak ada tanda2 bentol (gigitan nyamuk) atau pembengkakan di ujung jari kaki (Kutu dalam / darah) atau tanda lainnya yang mengkhawatirkan. Kenapa….? Fiuvhhh… saya hanya bisa tertegun untuk mencoba memikirkan apa yang harus saya buat untuk memperbaiki permasalahan ini. Tanpa ragu, saya ambil minyak tawon, kemudian saya oleskan halus dan tipis ke seluruhan kaki betina putih tersebut, dan berharap keesokan harinya akan membaik.
Dipagi hari keesokan harinya, tidak ada perubahan dari penyakit betina ini, justru kondisinya semakin nge drop dengan kaki tetap diangkat, mata layu dan bulu mengembang plus kaki nya mulai berwarna pucat ke kuning2an. Apakah ini sakit kuning / liver? Hmmm… saya belum pernah dengar ada jenis unggas terkena hepatitis. Akhirnya, saya pisahkan di kandang pemulihan, diberi makanan tinggi protein, vitamin, anti biotik dan lampu 5 watt serta di kerodong full, dengan harapan kondisinya bisa membaik kedepannya.
Waktu berlalu… hari-hari terlewati dengan ku fokuskan diri pada pengobatan dan pemulihan fisik betina tersebut. Antibiotik sepertinya tidak berpengaruh, kondisinya juga makin memprihatinkan, pola makan mulai menurun, mulai diam di dasar kandang dan kaki kirinya sudah lumpuh total dan mengering sampai ke pangkal paha dengan warna kekuningan. Kaki tersebut tampak seperti ranting kering yang sewaktu2 bisa patah dengan sendirinya, dan saya makin bingung, sakit apakah yang dialaminya….?
Dugaan lain yang muncul adalah kutu dalam / kutu darah, namun biasanya kutu tsb akan membuat sarang di ujung2 jari kaki sehingga akan muncul seperti bentol / bisul di ujung2 jari kaki sampai menutupi kuku. Namun ini berbeda, akhirnya saya putuskan untuk menyuntikkan obat Ivomectin untuk kutu dalam / kutu darah tersebut dengan harapan aka nada reaksi positif di keesokan harinya.
Setelah 2 minggu bergelut dengan penyakitnya, masih juga saya bertanya2, penyakit apakah ini?. Antibiotik tidak mempan, suntikan Ivomectin pun tak merubah keadaan, dan makin hari makin memprihatinkan fisiknya. Pangkal Paha sampai sebagian dadanya sudah menguning, hidupnya hanya dari suapan kuning telur yg ku letakkan di dasar sangkar di samping tempatnya terbaring…. Sangat2 kasihan. Akhirnya.. di hari ke 17 setelah deteksi awal penyakitnya, Betina putih ini bisa terbang bebas dan langsung dirawat oleh Yang Maha Kuasa.
Selang 1 bulan dari kematian betina ini, kembali 1 Jantan AF putih yang terserang penyakit ini, malah hanya bertahan 2 minggu. Disusul 2 bulan kemudian dari kematian jantan AF putih ini, betina Border yang terkena penyakit ini. Dalam tempo 7 bulan, sudah 4 ekor yang tumbang akibat penyakit ini, dan sampai tulisan ini dibuat, saya masih belum mengetahui.. Penyakit Apakah Ini….?
Ada beberapa teman dan guru yang menilai bahwa kebersihan kandang adalah penyebab utamanya, sedangkan kami selalu mengganti alas kandang (menggunakan Koran) secara harian. Disinfektan keseluruhan kandang rutin 2 mingguan, Mandian dengan anti kutu 1 minggu sekali, pakan dan seluruh peralatan kandangnya diganti rutin harian dan sterilisasi pakan sangat dijaga. Vitamin rutin 2 harian dan kandungan kalsium diberikan dalam sotong, greed sand, dan Charcoal yang tersedia harian . Fiuvhhh.. saya hanya bisa menarik nafas panjang dan tetap bertanya2 dalam DILEMA PESAKITAN ini. Berbagai anjuran dari teman dan Guru sudah coba diterapkan… berbagai literarur Luar negeri coba saya gali terkait penyakit ini, namun tidak ada yang menggambarkan gejala yang persis seperti ini. Apa analisa dan gejala yang saya lihat ini baru..? atau memang saya salah menganalisa gejala awalnya? Lagi2 saya terperangkap dalam DILEMA PESAKITAN ini. Semoga kedepannya, saya bisa mendapat pencerahan dari semua Kenari Mania dan menerapkannya, sehingga bisa ditemukan nama dan obat mujarab untuk penyakit ini. Salam Kenari Mania…..

2 thoughts on “DILEMA PESAKITAN

    kim said:
    Juni 22, 2013 pukul 3:25 am

    om, bagaimana cara membedakan kenari termasuk AF, F1, F2 atau yang lainnya

    sufiandi said:
    Juni 24, 2014 pukul 5:13 am

    Om kalo sdh ketemu solusinya .. Plissss. Tolong buat artikel nya yaah Omm !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s