MASTERING…….

Posted on Updated on

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di penghujung bulan April ini, saatnya memasuki Fase berikutnya, yaitu fase mastering untuk anakan2 jantan hasil ternakan kami. Belum banyak memang anakan pejantan kami, tapi tidak ada salahnya mencoba dan belajar dari yang sedikit dulu, mudah2an lama2 menjadi bukit… hehehe, jadi kayak pepatah. Banyak cara dalam melakukan mastering, dan banyak metode yang mana masing2 pe master mempunyai tips & trik sendiri.
Beberapa literatur ada yang menempatkan anakan di ruangan yang gelap sambil diperdengarkan suara masterannya, bisa dengan Audio digital maupun dengan menempatkan burung Master sebagai tutor / guru. Yang pastinya di semua metode itu adalah bahwa anakan KN mulai di master sejak usia dini dan hanya diperdengarkan suara masterannya. Ada yag dimaster sejak baru menetas, ada yang usia 15 hari, ada yang usia 30 hari dll. Tidak ada yang salah dalam perbedaan metoda pemasteran, karena memang belum ada kuliah / jurusan khusus pemasteran burung.. hehheh. Anakan2 jantan kami, sudah sejak menetas kami perdengarkan suara2 masteran yang ingin kami bentuk. Sebut saja sejak lahir kami perdengarkan rekaman suara Blackthroat menggunakan media digital melalui speaker. Ketika sudah disapih / dipisah dari induknya, kami tempatkan di sangkar susun 3 dengan formula di sangkar paling atas dan bawah diisi anakan, sedangkan di sangkar tengah ditempatkan guru / tutor masteringnya (BT). Untuk lokasi pemasteran pun kami pindahkan, dari Ragunan (lokasi Farm) ke Klender (Lokasi Mastering & Showroom). Dengan catatan, bahwa dilingkungan / lokasi mastering, tidak ada suara lain selain suara mastering. Proses pemasteran juga tidak berarti semua suara yang diingini diperdengarkan keseluruhannya, melainkan diperdengarkan satu persatu. Contoh, 3 bulan pertama diperdengarkan suara BT, kemudian di pantau (tiap hari) apakah suaranya sudah sesuai dengan apa yang kita mau..? bila belum, maka coba ramu lagi suara seperti apa yang kita mau dan diperdengarkan kembali sampai didapat suara maksimalnya. Sebagai catatan, tidak semua kecerdasan burung itu sama, tugas kitalah menyortir mana anakan yang bisa dimaster dengan baik (pintar) dan mana yang memiliki kecerdasan yang buruk. Saat anakan mulai bunyi halus / ngeriwik, amati dan cermati, segera pisahkan anakan yang tidak mampu meniru suara masterannya dan dijauhkan dari lokasi mastering (biasanya kami kembalikan ke lokasi Farm). Karena anakan yang buruk tersebut bisa saja mempengaruhi / merusak anakan yang lainnya yang sama2 sedang mengenyam bangku pendidikan….. Loh… hehhe!!! Ada juga metode “blue Print / Copy paste”, dimana anakan di dekatkan dengan kenari dewasa yang sudah full isian dengan materi yang istimewa (KN Juara). Biasanya, metode ini bisa lebih efektif karena suaranya keluar dari suara KN langsung (artinya sama bahasanya). Dan biasanya, anakan akan menjiplak suara KN Juara itu dengan sama persis (copy paste). Jadi gak sabar nunggu hasilnya, berhasil atau tidaknya usaha memaster anakan sendiri ini… hmmmm…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s